Agen Bola Online – Sibuk Belajar Bahasa Inggris, Pepe Mel Kesampingkan Hobi Menulis Novel

Agen Bola Online – Manajer West Bromwich Albion, Pepe Mel, rupanya punya hobi yang jauh dari lapangan hijau yaitu menulis novel. Tapi belakangan dia tak bisa menyalurkan hobinya itu karena harus belajar bahasa Inggris.
Mel, pria Spanyol berusia 50 tahun itu, belum lama berkarier di Premier League. Dia baru ditunjuk oleh WBA untuk menjadi manajer pada bulan Januari lalu untuk menggantikan Steve Clarke yang dipecat.

Tapi, dia datang ke Inggris dengan pengetahuan bahasa yang amat minim. Maklum, sepanjang karier profesionalnya –baik sebagai pemain maupun pelatih– baru kali ini Mel menjalaninya di Inggris.

Untuk itu, dia mengambil les bahasa Inggris untuk mempermudah komunikasi. Setelah bekerja seharian di The Hawthorns, Mel mengalokasikan waktu satu jam untuk menjalani kursus bahasa Inggris.

Namun demi belajar bahasa Inggris, Mel akhirnya harus mengorbankan hobinya menulis novel misteri. Waktunya sudah terkuras untuk melatih klub dan belajar bahasa Inggris.

Hobi menulis itu bukan sekadar hobi biasa untuk Mel. Mantan pelatih Real Betis itu sudah menerbitkan novel pertamanya yang berjudul ‘The Liar‘ (El Mentiroso) pada Oktober 2011. Novel yang diselesaikan Mel dalam waktu lima tahun itu bercerita tentang kolektor barang antik yang berselisih dengan Vatikan dalam perburuan manuskrip yang dicuri.

“Saya tidak punya waktu (untuk menulis), ini tidak mungkin. Setiap waktu luang yang saya punya harus saya curahkan untuk belajar bahasa Inggris,” sahut Mel dalam wawancaranya dengan Marca seperti dikutip Reuters.

 

“Rasa lelah saya di sini lebih ke mental daripada fisik. Saya harus memahami apa yang mereka katakan pada saya, berpikir dalam bahasa Spanyol, menerjemahkannya dalam bahasa Inggris, dan mengucapkannya.”

Setelah satu bulan, Mel mengaku sudah mulai memahami bahasa yang baru untuknya itu. Namun dalam beberapa kesempatan, pria yang selama menjadi pemain berposisi sebagai striker itu masih didampingi oleh penerjemah, misalnya saat konferensi pers.

“Satu adalah bahasa Inggris yang diucapkan di pasar, untuk membeli sesuatu, dan satunya bahasa Inggris yang lain untuk sepakbola,” lanjut Mel.

“Belajar bagaimana untuk mengatakan bola mati, tutup ruang, bertahan sebagai sebuah tim… itu semua adalah hal yang sulit.”

“Sedikit demi sedikit saya memahaminya. Saya punya guru bahasa Inggris dan penerjemah untuk masalah sehari-hari, khususnya di konferensi pers,” katanya.