Agen Bola Terpercaya – Anomali Taktik Atletico Madrid

Agen Bola Terpercaya – Bagi sepakbola Spanyol, Atletico Madrid adalah sebuah kejanggalan. Satu antitesis dari apa-apa yang kita ketahui tentang ciri khas permainan dari negeri matador tersebut.

Sepakbola Spanyol identik dengan posession football, atau lebih spesifik lagi tiki-taka. Tapi, dalam beberapa musim terakhir, Atletico seolah mementahkan itu semua. Dengan pede-nya Diego Simeone pernah berkata, “Posession bukanlah segalanya. Bahkan Atletico tetap hebat tanpa bola.”

Atletico adalah kebalikan dari segala sesuatu yang Anda bayangkan tentang klub Spanyol. Bandingkan dengan Barcelona yang dalam satu dekade terakhir identik dengan dominasi penguasaan bola. Saking tergila-gilanya dengan ideologi bola dari kaki ke kaki, sang mantan manajer Pep Guardiola pernah berujar, “Tanpa bola, Barcelona adalah tim yang buruk.”

Bahkan tim nasional Spanyol juga ikut menegaskan tiki taka sebagai ciri khas mereka, terlebih ketika meraih gelar ganda, yaitu juara Piala Eropa 2012 dan 2008 serta juara Piala Dunia 2010.

Lalu apakah anomali Atletico Madrid tersebut?

Sebenarnya pola yang dirancang Simeone adalah sederhana. Ia menekankan permainan yang kompak di lini depan dengan menempatkan David Villa di depan dan Diego Costa berdiri di belakangnya. Keduanya didukung lini tengah yang bermain dengan rapat dan rajin melakukan tekel dan interception.

Patut dicatat adalah Atletico jadi tim di La Liga dengan rataan tekel paling tinggi, yaitu 24,6 per pertandingan.

Lini tengah yang dikomandoi oleh Arda Turan dan Koke ini juga cerdas menggunakan lebar lapangan untuk kemudian menusuk ke kotak penalti. “Kami bukan tim yang berbasiskan permainan individu,” kata Arda Turan kepada FourFourTwo. “Kami adalah kelompok kolektif, kelompok pemain pekerja keras,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, sebuah model menarik dari Atletico adalah penempatan individu yang mirip dengan model possession football yaitu menekankan kekuatan di tengah lapangan. Tapi, bukan untuk meraih penguasaan bola. Kekuatan di lini tengah ini dibangun dari pemain-pemain yang bisa main di berbagai posisi. Mereka akan memaksa lawan membuat lubang di tengah dan memaksa pemain musuh untuk melakukan kesalahan.

Ya, apa yang dilakukan oleh para pesepakbola Atletico dengan kakinya begitu berbeda. Mereka membuat tekel menjadi satu senjata berbahaya. Padahal, tekel sendiri adalah sesuatu yang dinomorduakan oleh sepakbola Spanyol. Sebagaimana dituturkan Xabi Alonso dalam wawancara dengan Guardian, “Saya tidak pernah melihat tekel sebagai suatu kualitas berharga, atau sebuah karakteristik permainan. Tekel dilakukan jika dibutuhkan saja. Tapi itu bukan suatu hal yang harus dikejar.”

Tapi nyatanya Simeone dengan caranya sendiri mampu membangkitkan Atletico. Bahkan, ia menciptakan salah satu periode terbaik dalam sejarah klub tersebut.
Pada tanggal 23 Desember 2011, Simeone mengambil alih Los Rojiblancos ketika klub itu dalam pertempuran keluar dari zona degradasi. Sebelum Simeone mengambil alih, Atletico hanya bisa mendapatkan 19 poin dari 16 pertandingan. Namun, setelah kedatangan Simeone, mereka bisa memperoleh 37 poin dari 22 pertandingan berikutnya.