Agen Judi Online – Fernandinho Dukung Penuh Pemberantasan Pelecehan Rasial di Sepakbola

Fernandinho mendukung rekan setimnya di Manchester City, Yaya Toure, yang beberapa waktu lalu mendapatkan pelecehan rasial. Selain meminta ada langkah tegas, ia juga setuju dengan ide boikot Piala Dunia 2018.

Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, Toure mengaku mendapatkan pelecehan rasial kala City bertandang ke markas CSKA Moskow di Liga Champions, pekan lalu. Namun, kubu CSKA menyangkal adanya pelecehan rasial, meski mengakui ada olok-olok dari suporternya untuk para pemain City.

Fernandinho, yang juga berkulit gelap, meminta pihak berwenang mengambil langkah tegas guna menghindari terulangnya kejadian serupa.

“Itu adalah sebuah episode yang sedih. Saya sempat berbicara padanya di sebuah sesi latihan. Dia saat itu berkata dia sangat kecewa. Dia berharap UEFA bisa melakukan sesuatu,” ujar Fernandinho kepada Perform dan dikutip Soccerway.

“Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita toleransi lagi di sepakbola. Tidak hanya di sepakbola, tapi juga kehidupan secara umum. Saya pikir mereka (pelaku) harus mendapatkan hukuman berat,” lanjutnya.

“Mungkin federasi sepakbola Rusia bisa melakukan sesuatu dan melarang para suporter tersebut datang ke stadion untuk jangka waktu tertentu. UEFA juga harus melakukan sesuatu untuk menghindari hal semacam ini di masa depan,” ujar gelandang 28 tahun ini.

Kendati demikian, hingga kini belum diketahui apa langkah yang akan diambil oleh federasi sepakbola Rusia terkait hal ini. Sementara Toure telah melakukan pertemuan dengan Ketua Anti Rasialisme FIFA Jeffrey Webb untuk membicarakan masalah yang sangat penting menurut mereka ini.

Sebelumnya, Toure sempat juga mengancam akan mengajak rekan-rekan nya pesepak bolanya yang berkulit hitam untuk memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia, jika tak ada langkah tegas dari mereka. Maka Usulan ini juga mendapatkan dukungan dari Fernandinho.

“Saya percaya, jika tidak ada yang dilakukan sampai 2018, itu adalah sesuatu yang perlu dipikirkan. Jika hal seperti itu benar-benar diwujudkan untuk melihat apa yang akan terjadi, tentu akan sangat menarik. Apa yang akan para suporter pikirkan jika para pemain berkulit hitam tidak pernah bermain di Piala Dunia,” katanya.