Agen Judi Online – Sang Penantang Dominasi di Liga-Liga Eropa Musim Ini

Agen Judi Online – Dalam sepakbola, dominasi adalah hal alami, karena kompetisi memang membuka peluang besar untuk hal itu. Dalam sebuah pertandingan atau kompetisi ada dua pilihan: menang atau kalah. Jadi pemenang atau pecundang. Karenanya, sepakbola tak mengenal win-win solution. Tapi untuk hal yang alami ini, mesti diingat bahwa banyak orang benci dominasi.
Dominasi yang dibenci orang itu bukan hanya dominasi tunggal. Dominasi jamak pun kadang tak disuka. Dominasi Big Four di Inggris. Poros Barcelona-Real Madrid di Spanyol. Kekuatan Bayern Munich-Borrusia Dortmund di Jerman. Atau, hegemoni klub-klub Italia Utara atas Italia Selatan.

Dominasi bareng-bareng ini kadang membuat sepakbola membosankan. Dominasi membuat hasil pertandingan mudah diprediksi dan peraih gelar juara mudah diterka. Pengelompokan kekuatan antara sang kuat dan sang lemah tertanam dalam benak pemain, pelatih, fans atau bahkan media.

Dalam kehidupan sebenarnya, hal itu lazim terjadi. Yang kuat akan mendepak pesaing-pesaing mereka yang lemah. Yang kuat akan mampu bertahan.

Terus Mengonggong Walau Tanpa Dortmund

Dalam waktu tiga tahun terakhir, gongongan anjing yang menyalak paling keras terhadap dominasi Bayern di Jerman tentu datang dari kubu Dortmund. Sayang, nyalakan keras kepada Byern itu nampaknya terhenti hanya sampai musim lalu.

Galaknya Dortmund memang hanya sesaat: menantang di Final Champions dan mengalahkan Pep di Piala Super Jerman. Setelah itu, Dortmund menjinak. Di kompetisi Bundeliga musim ini, jangankan melawan, menguntit ketat sang rival pun tak bisa dilakukan oleh Juergen Klopp. Menutup paruh kompetisi, Dortmund hanya mampu menempati peringkat empat klasemen, tertinggal dari Bayer Leverkusen dan Borrusia Moenchengladbach.

Terengap-engapnya Dortmund di kompetisi lokal diprediksikan akan berlangsung hingga akhir musim. Apalagi Bayern, yang kerap mencuri poros kekuatan lawannya, kini telah memboyong Robert Lewandowski ke Allianz Arena. Tak heran jika para pengamat mulai memprediksikan bahwa dominasi serta persaingan Bayern-Dortmund mulai mengalami ketimpangan.

Tapi penantang muncul dan tenggelam setiap saat di lapangan hijau. Habis Dortmund, terbitlah Leverkusen. Mereka muncul dan mendepak Dortmund sebagai pesaing utama Bayern.

Sebenarnya tak ada yang mengejutkan dari gangguan Leverkusen pada Bayern. Toh selama ini Leverkusen selalu menempati posisi papan atas pada klasemen akhir –biasanya satu strip di bawah Dortmund atau Bayern.

 

Inferioritas mereka di masa lalu nyatanya malah jadi pemicu untuk lebih mengigit di musim ini. Kepergian Andre Schuerrle ke Chelsea tak berpengaruh apa-apa terhadap tim.

Pemain bintang Leverkusen saat ini di antaranya adalah Stefan Kiessling, Sidney Sam, Lars Bender, Heung Min Son, dan sang kapten Simon Rolfes tetap mampu membuat Leverkusen tetap di atas.

Menutup paruh kompetisi, Leverkusen menempati posisi dua dengan 47 poin, hanya terpaut 7 poin dengan Bayern di puncak klasemen.