Judi Bola BCA – Sejarah Permusuhan Antara Jerman dan Belanda

Judi Bola BCA – Bukan sepakbola apabila tanpa intrik, drama, persaingan, yang disertai bumbu permusuhan. Persaingan atau permusuhan kerap terjadi antara dua musuh bebuyutan baik di level klub seperti antara Real Madrid dan Barcelona yang merupakan dua seteru abadi sehingga ketika mereka berhadapan di pentas Liga Spanyol maka pertandingan tersebut akan disebut El Classico. Di level internasional tidak terlepas dari permusuhan antara kedua tim negara yaitu Jerman dan Belanda. Sejarah mengatakan bahwa sepanjang pertandingan antara Jerman melawan Belanda banyak terjadi insiden maupun drama yang menghiasi jalannya pertandingan mereka tersebut.

Pada Piala Dunia 1974 di Jerman adalah awal mula persaingan kedua negara tersebut. Kedua negara tersebut berhasil melaju sampai ke babak final Piala Dunia kala itu. Tetapi di final, Jerman berhasil mengalahkan Belanda dengan skor 2-1. Kemudian pada Piala Dunia 1978 kembali terjadi insiden perkelahian antara Dick Nanninga dan Bernd Holzenbein pada saat Jerman melawan Belanda. Laga tersebut berakhir dengan skor seri 2-2.

Di ajang Piala Eropa juga terjadi hal serupa antara kedua negara tersebut. Pada Piala Eropa 1980, Belanda harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor 3-2 tetapi dalam pertandingan tersebut sangat penuh dengan pelanggaran keras dan drama. Pada Piala Eropa 1988 akhirnya Belanda berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 dan melaju ke final.

Tetapi permusuhan yang paling melekat di mata publik adalah pada saat Piala Dunia 1990 adalah antara penyerang Jerman, Rudi Voeller dan gelandang bertahan Belanda, Frank Rijkaard. Pada pertandingan tersebut, terjadi insiden di mana Rijkaard menekel Voeller dan kemudian sengaja berjalan di belakang Voeller dan meludahi kepalanya. Insiden tersebut tidak terlihat oleh wasit dan akibat protes Voeller yang berlebihan maka ia pun dihadiahi kartu kuning oleh wasit Juan Carlos Loustau yang bertugas pada saat itu. Insiden kedua adalah pada saat Rijkaard menuduh Voeller melakukan diving di area kotak penalti dan akibat pertengkaran mulut, keduanya dihadiahi kartu merah oleh wasit. Laga itu akhirnya dimenangkan oleh Jerman dengan skor 2-1. Tetapi setelah beberapa bulan kemudian, Rijkaard meminta maaf kepada Voeller dan keduanya berbaikan kembali, Judi Bola BCA.