Judi Bola Indonesia – Errikson : Inggris Semestinya Tampil Lebih Bagus

Judi Bola Indonesia – Sven-Goran Eriksson menilai Tim Inggris merupakan salah satu dari 16 tim yang pernah di asuhnya serta tiga di antaranya merupakan tim nasional, selain Inggris Eriksson juga pernah mengantarkan Pantai Gading menembus putaran Final Piala Dunia 2010.

Eriksson sendiri juga pernah melatih di tiga turnamen terakhir, meski terbilang penontonnya lebih sedikit dari pada melatih timnas yang penuh dengan banyak penonton dan di tonton untuk seluruh dunia, atas capaian Eriksson dan pengalaman sepanjang melatih untuk karirnya Eriksson kini layak untuk berbangga hati untuk semua itu.

Eriksson yang sebagai Manager Inggris menilai Inggris memiliki rata-rata 59,7 persen kemenangan di semua pertandingan, dengan hanya tiga kali kalah di pertandingan kompetitif selama dalam lima tahun melatih di sana.

Eriksson juga pernah membawa Inggris untuk lolos ke empat besar di kompetisi paling prestisius di dunia itu, pada 2002, Inggris sendiri tidak di unggulkan sama sekali di saat itu akan tetapi Eriksson bisa membawa tim Inggris untuk bisa lolos dan bisa menyingkirkan Brazil di perempat-Final, tapi pada 2006 Inggris kembali di kalahkan pas di delapan besar, dan kalah dari Portugal.

Eriksson yakin The Three Lions seharusnya bisa bernasib lebih baik.

“Saya pernah pikir, sekarang masih, kalau kami siap saat itu. Kami siap menuju ke final dan kami seharusnya bisa melakukan itu,” ujar Eriksson kepada OMNISPORT.

“Piala Dunia 2006. Ya, kami seharusnya melakukan lebih baik.”

“Saya sepenuhnya setuju dan kami tersingkir lewat adu penalti lagi lawan Portugal. Saya cukup yakin kalau kami bisa melaju ke semi-final atau final. Saya rasa kami bahkan bisa memenanginya karena saya tidak melihat tim lain yang lebih baik dari kami saat itu.”

Eriksson jadi pelatih ketika Pantai Gading maju ke putaran final Piala Dunia 2010, yang berlangsung di Afrika Selatan. Ia menyatakan, turnamen itu masih menjadi salah satu yang terbaik sepanjang karirnya, meski tim tersingkir di putaran grup.

“Piala Dunia di Afrika Selatan adalah momen fantastis dan merupakan pengalaman yang besar,” ujar Eriksson lagi.

“pemain-pemain sepakbola yang bahagia, tim sepakbola paling senang yang pernah saya punya dalam hidup saya.”

“Mereka bernyanyi sambil menari di sepanjang waktu, dan mereka bekerja keras.”

“Kami tidak beruntung. Kami ada di grup sangat sulit bersama Brasil dan Portugal, dan sayangnya kami tidak bisa lolos.”

“Tapi, semua orang fantastis. Para pemain juga fantastis. Ini pengalaman yang sangat, sangat bagus.”

Ketika menangani Inggris, Eriksson menikmati karir manajemen internasional yang paling menyenangkan, dengan membawa tim dari peringkat ke-17 ketika ia mulai melatih naik menjadi ada di urutan kelima ketika ia pergi, kenaikan signifikan selama Piala Dunia Jerman 2006.

Eriksson merupakan satu-satunya manajer Inggris, selain Terry Venables, yang bisa membawa tim ke delapan besar di setiap turnamen ketika ia melatih tim tersebut.

Namun, ia mengakui ada saat ketika kesuksesan yang dibawa ke negara itu justru meningkatkan ekspektasi sehingga membuat tugasnya menjadi lebih sulit.

“Mudah terpesona ketika Anda bekerja bersama Inggris karena media membuat Anda terekspos, khususnya setelah mengalahkan Jerman,” tambah Eriksson, dengan merujuk pada momeri kemenangan tandang 5-1 pada 2001.

“Anda ada di atas awan. Anda tahu ketika Anda sampai ke perempat-final, Anda tidak akan melawan tim mudah, itu akan sulit.”

“Tentu, kami unggul 1-0 lawan Brasil, namun datang sebuah gol aneh di akhir yang dilakukan Ronaldinho [ketika ia melepaskan bola di atas kepala David Seaman yang sedang terkapar]. Tapi, itulah kehidupan.”

Pelatih asal Swedia itu menyatakan, salah satu momen paling dikenang justru bukan di putaran final, namun di masa kualifikasi untuk turnamen 2002, yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan.

Ketika Inggris butuh terhindar dari kekalahan di laga terakhir lawan Yunani agar bisa memuncaki grup dan lolos ke Piala Dunia, mereka sempat tertinggal 2-1 hingga beberapa menit terakhir dan dihadapkan pada kemungkinan harus melakoni babak play-off.

Saat itu, David Beckham melepaskan tendangan bebas pada menit ke-93 dari jarak 30 yard, dengan mencungkil bola dan melaju di atas Antonios Nikopolidis, akhirnya masuk ke gawang Yunani. Raihan satu poin ini sangat penting untuk menyelamatkan Inggris. Eriksson yakin ini merupakan set piece terbaik dari sang gelandang fenomenal yang baru-baru ini pensiun.

“Kami bermain di kandang. Kami tidak bermain bagus,” refleksi Eriksson.

“Kami berjuang mengalahkan Yunani, dan kami punya banyak tendangan bebas dan Beckham gagal mengeksekusi.”

“Di detik-detik terakhir, kami dapat tendangan bebas lagi. Kelihatannya Teddy Sheringham yang akan mengeksekusi, tapi Beckham minta rekannya itu untuk minggir.”

“Akhirnya ia mencetak gol. Tentu, itu adalah tiket ke Piala Dunia. Itu merupakan tendangan bebas yang sangat, sangat penting, mungkin salah satu terpenting yang ia lakukan.” Judi Bola Indonesia