Judi Bola Indonesia – Maracana, Mimpi Buruk Bagi Brasil

Judi Bola Indonesia – Mimpi buruk Maracana kembali datang ke Brasil. Tidak main-main, jika bertanding langsung ke stadion sepak bola kebanggaan Brasil sekaligus rakyat di Rio de Janeiro, Estadio Jornalista Mario Filho, atau yang akrab dikenal sebagai Stadion Maracana, Minggu (08/06/2014).

Alcides Ghiggia yang menjadi salah satu mimpi buruk di Maracana. Mimpi buruk bagi Brasil sejak tahun 1950. Mimpi tersebut terjadi lewat tendangan kaki pria kelahiran 22 Desember 1926 di Montevido. Uruguay yang berhasil menundukkan Brasil di depan 400.000 pasang mata yang menyesaki stadion Maracana terhenyak disebabkan Brasil kalah dengan skor 1-2 di partai final Piala Dunia.

Jadi inilah, dirumah sendiri, mimpi Brasil untuk menjadi Juara Piala Dunia usai sudah. “ Saya tidak percaya bisa kembali datang ke Maracana. Saya bahagia bisa datang kembali ke Rio de Janeiro, kota yang menjadi kemenangan saya.” kata mantan pemain sayap Uruguay itu.

Alcides Ghiggia kini menjadi salah satu legenda hidup tim nasional Uruguay. Kemenangan Uruguay atas Brasil di seluruh hadapan penggila Bola Negeri Samba saat itu adalah pencapaian kedua kali. Uruguay yang pertama kali menjadi juara dunia pada tahun 1930. Sementara itu, kekalahan dari Uruguay membuat Brasil mesti menanti delapan tahun lama untuk akhirnya bisa duduk di tampuk kemenangan Piala Dunia.

Ghiggia yang pernah menjadi manajer klub Uruguay, Penarol pada tahun 1980 itu, justru mendoakan agar Brasil bisa menjadi juara pada perhelatan Piala Dunia 2014. “ Itu harapan saya. Sejujurnya, saya tidak percaya dengan mimpi buruk Maracana.” tegas Ghiggia. Sebaliknya, Ghiggia berkata lain terhadap tim negarannya, “ Timnas Uruguay saat ini hampir sama dengan Timnas Uruguay pada Piala Dunia 2010.” tutur Ghiggia.

Bagi Ghiggia, tim nasional Uruguay harus menampilkan pemain-pemain baru serta performa yang baru.” Tetapi, pelatih tim nasional Uruguay, Oscar Tabarez sudah mengatakan bahwa semua komposisi pada timnas Uruguay pada saat ini sudah lengkap dan sudah final tidak bisa diubah kembali.” demikian pernyataan Alcides Ghiggia. Judi Bola Indonesia.