Judi Bola Online – Guardiola, Trofi Liga Pertamanya Bersama Bayern, dan Guyuran Bir

Judi Bola Online – Untuk pertama kalinya, Pep Guardiola mengangkat trofi juara liga bersama Bayern Munich. Tawa tak henti mengalir dan begitu pula bir yang disiramkan ke atas kepalanya.

Bir dan Bavaria memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bukan pemandangan yang mengherankan bila gelas-gelas besar dengan buih fermentasi di dalamnya ikut meramaikan pesta juara Bayern di Allianz Arena.

Sabtu (10/5/2014), Guardiola memimpin Bayern dari pinggir lapangan. Sweater warna merah yang dikenakannya senada dengan mayoritas warna di Allianz Arena hari itu, meskipun anak-anak buah Guardiola sendiri mengenakan kostum berwarna merah-biru, kostum baru mereka untuk musim depan.

Bayern memang sudah sejak beberapa pekan sebelumnya dinyatakan keluar sebagai juara Bundesliga. Namun, sebagai laga penutup musim sekaligus laga kandang terakhir musim ini, laga melawan VfB Stuttgart idealnya diakhiri dengan kemenangan.

Kemenangan itu datang agak lebih lambat dari yang diperkirakan. Dua puluh empat percobaan Bayern untuk mencetak gol pada laga itu hanya berujung pada enam shot on target, membuat Bayern tampak akan mengakhiri laga dengan hasil imbang 0-0.

Hasil imbang memang tampak tidak buruk untuk memulai sebuah pesta, hanya saja.. tidak ideal. Lalu, datanglah umpan silang dari Arjen Robben di sisi kanan. Bola kemudian dihalau oleh barisan pertahanan Stuttgart, tapi malah jatuh di kaki Claudio Pizarro. Lewat sepakan voli Pizarro di injury time itulah Bayern memastikan kemenangan 1-0. Allianz Arena pun pecah.

Guardiola pun mengangkat trofi berbentuk tameng itu. Wajahnya semringah. Setidaknya ada satu trofi lagi masuk ke dalam koleksinya.

Ketika tengah tenggelam dalam adegan pesta kemenangan itu, Guardiola mendapatkan serangan tidak terduga. Pertama-tama Jerome Boateng, lalu kemudian Daniel van Buyten dan Manuel Neuer. Berturut-turut ketiganya menumpahkan tiga liter Paulaner ke kepala Guardiola.

“Saya sungguh senang,” ujar Guardiola pada konferensi pers setelah laga.

“Birnya dingin dan menusuk-nusuk mata saya. Tapi, saya sudah mandi, jadi sekarang saya baik-baik saja.”

“Trofi juaranya sungguh indah, tapi juga amat berat. Gelar juara liga pertama seperti ini begitu spesial untuk seorang Catalan seperti saya,” kata Guardiola.

Hari itu Guardiola tidak hanya bermandikan bir, tetapi juga bermandikan kesuksesan.