Judi Taruhan Bola – Empat Langkah Lagi untuk ‘Si Merah’ Mengakhiri Penantian 24 Tahun

Judi Taruhan Bola – Dua puluh empat tahun, bukan waktu yang sebentar untuk klub sebesar Liverpool menunggu datangnya gelar juara liga. Penantian yang mungkin akan dituntaskan musim ini dan ‘Si Merah’ hanya berjarak empat laga lagi.

Mundur jauh ke awal musim ini, siapa yang bakal menjagokan Liverpool bisa ada di posisi seperti saat ini? Jangankan lawan atau publik sepakbola, fans serta pemain sendiri saja mungkin “tahu diri” untuk tak muluk-muluk menargetkan juara musim ini.

Bagi Liverpool yang terpenting adalah mereka bisa kembali tampil di Liga Champions musim depan, setelah absen hampir selama empat musim beruntun.

Selain itu, “dompet” yang tak terlalu tebal juga jadi penghalang Liverpool untuk bisa memperkuat skuatnya dengan deretan pemain oke. Bandingkan dengan belanja yang dilakukan Manchester City, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

Ketiga tim itu sepertinya siap untuk bersaing memperebutkan gelar juara bersama Manchester United dan Arsenal yang memang berpengalaman dalam hal perlombaan menuju titel juara.

Sementara Liverpool “cuma” mendatangkan Simon Mignolet dan Mamadou Sakho sebagai pembelian terbesar mereka, di samping nama-nama yang mungkin tak akan bikin lawan takut seperti Iago Aspas, Tiago Illori, atau Victor Moses.

Manuver petinggi klub ini pun dikritik fans yang menilai skuat butuh suntikan dana besar demi memperkuat sektor lini tengah serta depan yang dirasa masih kurang. Mengeluhkah Brendan Rodgers? Tidak.

Manajer asal Irlandia Utara itu tahu bahwa ia masih punya segudang pemain oke yang akan menunjang taktik yang dipakainya. Apalagi dengan tak bermain di kompetisi Eropa, Rodgers bisa fokus penuh meracik taktik sebaik mungkin demi misi lolos ke empat besar.

Bulan demi bulan dilalui, pekan demi pekan dilewati, satu per satu lawan dihadapi. Dan begitu Premier League memasuki pekan ke-34, tengok ada di mana Liverpool saat ini.

Lewat permainan aktraktif yang diusung Rodgers ditambah ketajaman Luis Suarez dan Daniel Sturridge serta kepemimpinan Steven Gerrard, The Anfield Gank cuma berjarak empat laga lagi dari titel yang sangat mereka nanti-nantikan, Premier League.

Terakhir kali jadi juara di musim 1989/1990, itu berarti nyaris seperempat abad lamanya Liverpool menunggu itu, dan selama ini mereka hanya bisa melihat MU, Arsenal, Chelsea, dan bahkan City bergantian mengangkat trofi itu. Bahkan dalam kurun waktu tersebut “menyempil” Leeds united (1992) dan Blackburn Rovers (1995) yang menjuarai Liga Inggris. Sederet pelatih dan banyak pemain silih datang berganti, tapi tetap trofi itu tak kunjung datang.

Kini Liverpool-lah yang akan menentukan nasib mereka sendiri, apakah penantian panjang itu akan tuntas musim ini atau tidak. Tanggal 11 Mei, laga pamungkas melawan Newcastle United di Anfield akan menjawab semua itu.

Bertepatan dengan pekan terakhir Premier League musim ini, apakah Lap of Honour – para pemain dan staf klub mengelilingi stadion menyapa fans-nya — para penggawa ‘Merseyside Merah’ bakal disertai trofi Premier League?

“This doesn’t f*king slip now! This doesn’t f*king slip! Listen, Listen! This is gone. We go to Norwich! Exactly the same! We Go Again!” demikian seru Gerrard kepada rekan-rekannya usai pertandingan melawan City malam tadi di Anfield.

Gerrard tahu bahwa terpeleset sedikit saja di sisa empat laga ini, maka mereka akan memusnahkan mimpi tersebut. Laga melawan City membuktikan itu ketika mereka nyaris gagal menang setelah lawan mampu bangkit usai tertinggal dua gol di babak pertama.

Pertandingan yang begitu menguras fisik dan emosi karena bertepatan dua hari sebelum peringatan 25 tahun Tragedi Hillsborough yang membuat 96 suporter Liverpool kehilangan nyawa.

Kini Gerrard dkk tentunya berharap titel Liga Inggris akan selalu menjadi hadiah terbaik bagi 96 orang yang pergi dan tak akan pernah kembali ke rumahnya itu.