Piala Dunia 2014 – Surga Yang Indah Bagi Tim Samba Brasil

Piala Dunia 2014  – Tim Samba Brasil, yang kini sedang berbahagia ria setelah Brasil berhasil menundukkan Cile dengan adu penalti pada babak perdelapan final Piala Dunia. Namun itu, tugas Brasil sebagai tuan rumah belum selesai jika Brasil belum mendapatkan apa yang mereka inginkan dan mau, yakni sebagai juara dunia.

Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, menegaskan bahwa tim asuhannya Brasil harus kembali fokus dan berkonsentrasi dalam menghadapi Kolombia, setelah tim nya sudah dipastikan lolos setelah mengalahkan Cile. Brasil yang kesusahan dalam berupaya untuk mendapatkan kesempatan untuk lolos. Meskipun pada pertandingan antara Brasil dan Cile berlangsung sangat panas dan sengit.

Pada saat pertandingan berlangsung, Brasil yang terlebih dahulu lebih unggul pada babak pertama dan menjadikan pertandingan berlansung sangat sengit ketika memasuki babak kedua. Cile yang kembali berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 1-1. Skor pun tidak berubah sampai peluit panjang dibunyikan. Brasil dan Cile yang dipaksa untuk bermain di babak injury time serta harus bermain babak penalti melawan Cile.

Dalam pertandingan penalti, kiper Brasil Julio Caesar yang menjadi Man Of The Match berhasil menundukkan mimpi Cile setelah dua tendangan yang dilancarkan oleh Mauricio Pinilla dan Alexis Sanchez berhasil diantisipasi dan membawa Brasil menuju perempat final.

“ Jika Anda sudah berjanji kepada orang, maka Anda harus menepatinya dan Anda tidak boleh mengikari janji tersebut. Ada tiga pilihan yang membuat kami akan berada di surga,”

“ Pada setiap pertandingan Piala Dunia, semakin tinggi maka akan semakin besar juga kesulitan yang akan dihadapi. Jika Anda yang tidak berhasil dalam memanfaatkan peluang baik itu satu ataupun dua peluang, maka Anda akan merasa terbebani dan terus berada di pikiran Anda,” ujar Scolari.

Scolari juga memberikan pendapat mengenai Neymar yang menjadi eksekusi tendangan penalti yang terakhir. “ Dia sudah luar biasa. Neymar sudah mempersiapkan dirinya untuk ini sewaktu berusia 17 atau 18 tahun. Dia adalah seorang pemain yang sederhana dan suka bermain bola. Jika Dia menghadapi penalti, dia membayangkan dirinya sedang bermain bersama kawan-kawannya,” Piala Dunia 2014 . (KVN29062014).