Taruhan Bola – Penyihir-penyihir AS Roma

AS Roma mencatatkan sederet catatan gemilang saat menundukkan Chievo di Stadion Olimpico. Soal prestasi hebat yang didapat I Lupi, Allenatore Rudi Garcia memuji anak asuhnya, yang disebut selayaknya pasukan penyihir.

Roma meraih kemenangan tipis 1-0 saat menjamu Chievo, Jumat (1/11/2013) dinihari WIB tadi. Mesku cuma unggul satu gol, hasil tersebut sudah cukup untuk melanjutkan rangkaian hebat klub ibukota Italia itu di Seri A musim ini.

Kemenangan itu membuat Roma menjadi tim pertama yang mengawali musim dengan memenangkan 10 pertandingan beruntun. Mereka juga menjadi tim pertama yang hanya kebobolan satu gol pada sepuluh pertandingan.

Roma pun kokoh sebagai penguasa klasemen Seri A dengan nilai 30 poin. Unggul lima angka atas Napoli di posisi dua, dan juga Juventus di tangga ketiga.

Dengan belanja besar yang dilakukan di musim panas lalu, Roma memang dijagokan bakal bersaing merebut Scudetto bersama Juventus dan Napoli. Namun 10 laga awal tanpa terkalahkan menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki I Lupi. Soal kemenangan yang terus dipetik, Rudi Garcia menyanjung tinggi skuatnya.

“Publik mengatakan ada unsur magic yang membantu kemenangan kami? Saya mempunyai banyak tukang sihir di sini, dari kiper sampai kapten. Saya mempunyai barisan pemain yang terdiri dari tukang sihir dalam tim ini, dan hari ini kita semua melihat kekuatan tim ini,” kata Garcia.

“Setiap pemain di sini ingin menang dan bermain baik di lapangan. Itulah sihir yang sebenarnya,” lanjut dia.

Rentetan kemenangan Roma juga didapat atas tim-tim besar Seri A. Lazio dan Napoli mereka kalahkan 2-0, sementara Inter Milan ditundukkan dengan skor telak 3-0. Kemenangan terbesar Roma adalah dengan skor 5-0 yang didapat atas Bologna.

“Kami tidak mendapatkan kedalaman permainan malam ini karena kami kehilangan Gervinho dan kapten (Totti, yang mengalami cedera). Mereka selalu bisa menjalankan tugas dengan sempurna setiap kali membawa rekan-rekan satu tim pada situasi terbaik.”

“Tapi tim saya sangatlah cerdas dan memahami bagaimana beradaptasi kepada persoalan itu. Kami mengetahui bagaimana bermain bola-bola pendek setiap kali tidak bisa memberikan umpan-umpan panjang yang berkualitas,” tuntas pelatih asal Prancis itu.