Taruhan Bola Sbo – Platini Ramaikan ‘Kontroversi’ Ballon d’Or

Anugerah FIFA Ballon d’Or “mendadak” jadi lebih kontroversial. Bahkan Presiden UEFA Michel Platini mempertanyakan objektivitas FIFA dalam menentukan siapa pemenangnya.
Platini mengaku tak puas dengan hasil pemilihan di tahun 2010 lalu, yang menobatkan Lionel Messi sebagai pemenangnya. Ia lebih memilih pemain dari Spanyol, karena di tahun itu skuat La Furia Roja menjuarai Piala Dunia. Adapun negara Messi, Argentina, cuma sampai babak perempatfinal.

“Itulah yang membuat saya heran. Menurut saya FIFA Ballon d’Or 2010 seharusnya menjadi milik pemain Spanyol,” kata platini.

“Iniesta, Xavi, menurut saya, merekalah yang pantas mendapatkan. Messi menang, ya dia memang seorang juara yang hebat. Tapi pada 2010, menurut saya, pemain dari Spanyol-lah yang seharusnya memenangi Ballon d’Or,” sahut legenda sepakbola Prancis itu.

Platini juga mempertanyakan kenapa keputusan FIFA memundurkan jadwal voting Ballon d’Or untuk tahun ini. Dalih FIFA bahwa belum semua pelatih memberikan suaranya ditampik pria 58 tahun itu.

Platini merasa FIFA memberikan jalan lapang kepada Cristiano Ronaldo untuk mendapatkan penghargaan bergengsi itu, setelah sang presiden, Sepp Blatter, “terlanjur” terkesan mendukung Messi. Sindiran Blatter pada gaya fesyen Ronaldo, dan menyebut Messi sebagai “good boy” dikecam habis-habisan oleh banyak pihak karena mereka beranggapan dalam hal ini tidak ada yang bole “pilih kasih”. Yang pantas mendapatkan Ballon d’Or hanya pemain yang berkualitas tinggi dan mempunyai skill yang sangat bagus.

Nah, dibandingkan dengan Ronaldo dan Messi, Platini lebih memilih Franck Ribery. Alasannya mudah saja: Ribery tampil cemerlang untuk membantu Bayern Munich meraih tiga gelar juara di musim lalu.

“Kelihatannya yang menjadi favorit adalah Messi, Cristiano Ronaldo dan Ribery. Dua yang pertama sangatlah bagus, dan Ribery adalah satu-satunya pemain yang memenangkan segalanya,” tukas mantan bintang Juventus itu.

“Mereka bertiga adalah pemain hebat. Dan untuk Pemilihan Ballon d’Or tahun ini adalah pemilihan yang cukup sulit bahkan menjadi yang paling sulit sepanjang sejarah perebutan trofi itu.

“Kenapa FIFA memundurkan voting? Keputusan itu bersamaan dengan Portugal yang harus melewati playoff Piala Dunia. Cristiano membuat tiga gol saat lawan Swedia. Itu bisa jadi pertanda kalau FIFA melakukan itu semua demi Cristiano,” kata Platini, yang kemudian tertawa.