Taruhan Judi Bola – Spesial Gustavo Poyet

Sunderland masih berkutat di zona degradasi Premier League. Akan tetapi manajer baru mereka yaitu, Gus Poyet, bisa memberikan hasil istimewa dua kali berturut-turut di kandang sendiri.
Poyet ditunjuk sebagai manajer baru menggantikan Paolo di Canio yang dipecat di akhir September. Sialnya, laga debutnya berakhir dengan kekalahan telak 0-4 di markas Swansea City.

Nah, di laga keduanya Poyet memberikan hasil manis untuk suporter The Black Cats. Menghadapi rival terbesarnya, Newcastle United, — pertemuan kedua tim ini disebut Wear-Tyne derby–, tim asuhannya mencatatkan kemenangan dengan skor 2-1.

Di pertandingan ketiga Sunderland memang kalah lagi di kandang lawan, 0-1 dari Hull City. Tapi mereka selalu menang dalam dua laga kandang berikutnya. Setelah mengandaskan Southampton 2-1 di Piala Liga Inggris, tadi malam (10/11) Sebastian Larsson dkk. menekuk tim favorit Manchester City 1-0.

“Saya tahu, untuk fans, klub dan sejarahnya, selalu penting untuk mengalahkan rival-rival terberatnya. The Wear-Tyne derby yang harus kami menangi. Tapi dalam hal kualitas,dan skil dari para  pemain-pemain kelas dunia, inilah kemenangan terbesar dalam karierku,” ucap Poyet seusai kemenangan atas City.

Setelah gantung sepatu di tahun 2004, mantan pemain River Plate, Chelsea dan Tottenham Hotspur itu menekuni profesi pelatih. Tim pertamanya adalah Brighton & Hove Albion, yang dibesutnya dari 2009 sampai akhir musim 2012/2013, sebelum kemudian dipinang Sunderland.

Di klasemen sementara Sunderland ada di urutan ke-17, baru mengantongi tujuh poin dari 11 pertandingan. Alhasil, masih panjang jalan yang mesti ditempuh Poyet, setidaknya demi misi tidak terdegradasi.

Hal positif lain usai kemenangan atas City adalah, untuk pertama kalinya di musim ini Sunderland tidak kebobolan alias clean sheet. Padahal City sampai 11 kali melakukan percobaan, dan mereka bisa mencetak 12 gol dalam dua laga sebelumnya.

“Itulah bagian terpenting dari pertandingan hari ini,” ucap pria Uruguay 45 tahun itu, dikatakan kepada Media Sport.

“Saya tahu, orang ingin melihat tim menyerang dan menciptakan banyak peluang. Tapi kalau kita terlalu terbuka, maka kita pun memberi kesempatan pada tim-tim lawan, terutama seperti yang satu ini (City).”